2018-06-10

KUB Balitbang Geser Ayam Arab Rajai Kuliner Taliwang NTB

BPTP NUSA TENGGARA BARAT
...

RMOL. Siapa yang tidak tahu kelezatan ayam taliwang dari Nusa Tenggara Barat. Tak hanya oleh penduduk lokal, kelezatan kuliner yang satu ini juga selalu dicari oleh turis baik lokal maupun domestik.

 

Apalagi beberapa tahun terakhir ini NTB jadi dalah satu daerah tujuan wisata terkenal di Tanah Air. Peningkatan jumlah wisatawan ini juga berdampak pada meningkatnya permintaan wisata kuliner.


Prospek agribisnis ayam kampung di NTB sangat menjanjikan. Dalam rilis yang dikirimkan oleh peneliti Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Vyta Hanifah, diketahui bila ekonomi masyarakat pedesaan akan sangat terbantu lewat wisata kuliner.


Untuk meningkatkan kemampuan peternak dalam memenuhi permintaan pasar, BPTP NTB melaksanakan kegiatan pembinaan peternak-peternak ayam KUB atau Ayam Kampung Unggul Balitbangtan dalam model Kemitraan Inti-Plasma.

Desa Aik Bukak, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah dipilih menjadi percontohan perbibitan peternakan model inti-plasma tersebut.

”Program tersebut dilaksanakan karena masih rendahnya tingkat penyediaan dan penggunanaan bibit ayam KUB yang unggul dan berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkap Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB, Saleh Mokhtar, Minggu (10/6).


Tak hanya itu, Totok Julianto, seorang penyuluh BPTP NTB yang bertanggung jawab mengawal pendampingan juga mengatakan, bila ayam KUB dapat menggantikan ayam Arab yang selama ini menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan akan ayam Taliwang.


Keunggulan dari dwifungsi ayam KUB sebagai penghasil telur dan daging telah menarik perhatian peternak di Desa Aik Bukak, untuk bergabung dalam model inti-plasma binaan BPTP NTB.


Keunggulan lainnya, umur panen ayam KUB lebih cepat daripada ayam Arab, yaitu 40-45 hari. Selain itu, ayam KUB dapat pula dipanen pada umur 60 hari karena memang masih ada pasar yang memintanya.


Keunggulan itulah yang menjadi daya tarik bagi para calon peternak untuk menjalankan usaha pembesaran ayam. “Bisa cepat panen, cepat dapat uang,” ujar Heri Riswadi, seorang peternak plasma yang baru saja memanen seribu ekor ayam KUB.


Model kemitraan inti-plasma ayam KUB yang dibangun oleh BPTP NTB ini merupakan model yang pertama dikembangkan oleh BPTP di Indonesia. Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Andi M. Syakir menyebutkan model inti-plasma ayam KUB di NTB dapat direplikasi oleh BPTP lainnya. Dalam model tersebut, BPTP NTB menunjuk seorang peternak yang berfungsi sebagai inti atau produsen DOC (anak ayam umur satu hari).


Adalah Jali Sujadi, peternak muda berusia 29 tahun yang menjalankan peran inti ini. Sedangkan peran plasma sampai saat ini (April 2018) masih dijalankan oleh dua orang peternak.


“Sudah banyak yang mengantre menjadi plasma sebenarnya, tapi produksi DOC dari kandang inti belum cukup untuk disebarkan ke banyak plasma,” kata Jali mengungkapkan alasan hanya ada dua plasma yang saat ini dilayani.

Sejak dibangun pada Oktober 2017, produksi ayam KUB dari model inti-plasma ini banyak dicari oleh pedagang ayam kampung. Jali mengakui, banyak pedagang yang menghubunginya. Salah satunya adalah Paria Azizi, seorang sarjana ekonomi yang menggeluti usaha dagang ayam KUB untuk menyuplai kebutuhan dua restoran langganannya.


Keberadaan peternak plasma diakui Paria membuka peluang bagi peningkatan skala usaha dagang yang dilakoninya. Meskipun demikian, produksi ayam dari peternak plasma tersebut memang belum dapat memenuhi permintaan sebanyak 1.000 ekor per minggu. Saat ini, ayam KUB telah memasok sekitar 600 ekor dari kebutuhan tersebut.


Masih sangat terbuka lebar pasar untuk ayam KUB ini, terutama di Mataram. Melihat trend peternak muda bermunculan di NTB, Kepala BBP2TP, Dr. Haris Syahbuddin ikut merasa yakin bahwa agribisbis Ayam KUB melalui pola inti-plasma menjadi peluang bagi generasi muda untuk masuk ke industri ini di berbagai daerah.

 
Terkait hal ini, BPTP NTB akan terus membina peternak inti untuk meningkatkan skala produksi DOC agar mampu merangkul peternak plasma lebih banyak lagi.


Tentu saja, upaya peningkatan produksi ayam KUB tersebut untuk mendukung program Kementerian Pertanian dalam pengentasan kemiskinan dengan hashtag BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).

Sub Sektor : Ayam KUB
Komoditas : Peternakan
Teknologi yang Digunakan : AYAM KUB
http://www.rmol.co/read/2018/06/10/343544/KUB-Balitbang-Geser-Ayam-Arab-Rajai-Kuliner-Taliwang-NTB-